Showing posts with label Berita Forex. Show all posts
Showing posts with label Berita Forex. Show all posts

Sunday, 29 January 2017

Berita Forex - Rangkuman Peristiwa Penting 30 Januari - 03 Februari >>

Salam Sahabat Trader,.hari ini saya telah membuat Rangkuman beberapa peristiwa penting yang akan terjadi dalam minggu ini dan cenderung bisa mempengaruhi pasar secara dsignifikan. Sumber berita saya sarikan dari bebagai web forex luar yang telah saya terjemahkan kedalam bahasa indonesia agar bisa lebih mudah di pahami.

Dolar mengalami sedikit perubahan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat kemarin setelah data yang di rilis memperkirakan AS akan mengalami pertumbuhan pada kuartal keempat yang memberi harapan kenaikan tingkat suku bunga yang lebih cepat pada tahun ini. Indeks dolar AS, mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan yang berimbang dari enam mata uang utama lainnya, dan berada di 100,56 pada akhir Jumat.

Tingkat pertumbuhan tahunan ekonomi As melambat menjadi 1,9% dalam tiga bulan terakhir hingga Desember menurut laporan Departemen Perdagangan pada jumat kemarin, dengan tingkat pertumbuhan hanya 3,5% pada kuartal ketiga. Pertumbuhan Ekonomi hanya 1,6% pada tahun 2016 secara keseluruhan, merupakan tingkat pertumbuhan yang paling lambat sejak 2011.
Perlambatan pertumbuhan mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan menghindari menaikkan suku bunga terlalu cepat. Sementara itu Investor juga tetap berhati-hati karena mereka memperimbangkan implikasi ekonomi dari janji Presiden Donald Trump dari peningkatan belanja fiskal, pemotongan pajak dan proteksionisme. Dolar didorong lebih tinggi terhadap yen, dengan USD / JPY naik 0,47% ke 115,08.

Greenback juga menguat terhadap pound, dengan GBP / USD turun 0,4% di 1,2547. Sementara itu Euro sedikit lebih tinggi, EUR / USD naik 0,18% ke 1,0698. 


Untuk mata uang Peso Meksiko pada hari Jumat, para investor kembali berharap terhadap Dollar untuk kompromi pada perdagangan antara AS dan Meksiko.
USD / MXN turun 1,5% ke 20,89 Jumat, merupakan level terendah sejak 2 Januari .

Donald Trump dan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto berbicara melalui telepon pada hari Jumat, sehari setelah Presiden Meksiko membatalkan pertemuan yang direncanakan. Di sebabkan pernyataan Donald Trump bahwa Meksiko harus membayar untuk dinding perbatasan yang bernilai miliaran dolar, sedangksn Meksiko menegaskan bahwa mereka tidak akan membayar untuk dinding perbatasan tersebut.

Pada minggu depan, pasar akan mencermati laporan nonfarm payrolls AS di hari Jumat serta pernyataan kebijakan oleh Federal Reserve pada hari Rabu nanti.
Investor juga akan mengamati pertemuan bank sentral di Jepang dan Inggris.


Dalam minggu ini ada beberapa peristiwa penting yang akan cendrung signifikan mempengaruhi pasar yaitu:

Senin, 30 Januari
Pasar keuangan di China akan mulai tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.


Di zona euro, Jerman akan merilis data awal tentang inflasi.


AS akan merilis data pendapatan dan belanja pribadi serta laporan penjualan rumah yang tertunda.

Selasa, 31 Januari
Pasar di Cina akan tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.


Bank of Japan akan mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan kebijakan yang menjelaskan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan kebijakan moneter. Pengumuman tersebut akan diikuti dengan konferensi pers.


Zona euro akan merilis perkiraan awal dari inflasi harga konsumen dan GDP kuartal keempat.


Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan berbicara di sebuah acara di Frankfurt.


Kanada akan mempublikasikan laporan bulanan pada PDB.


AS akan merilis data sektor swasta pada kepercayaan konsumen.


Gubernur Bank of Canada Stephen Poloz akan berbicara di sebuah acara di Alberta.

Rabu, 01 Februari
Pasar di Cina akan tetap tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.


China akan merilis data survei pada aktivitas sektor manufaktur dan jasa.


Selandia Baru akan mempublikasikan laporan kerja kuartalan.


Inggris akan merilis data aktivitas manufaktur.


Komisi Eropa juga akan mempublikasikan prakiraan ekonomi terbaru untuk Uni Eropa.


AS akan merilis laporan nonfarm payrolls ADP untuk Januari dan Institute for Supply Management tentang PMI manufaktur.


Federal Reserve akan mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan pernyataan kebijakan moneter.

Kamis, 02 Februari
Pasar di Cina akan tetap tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.


Australia akan merilis data pada persetujuan pembangunan dan neraca perdagangan.


Inggris akan merilis data aktivitas manufaktur.


Bank of England akan mengumumkan suku bunga acuan dan mempublikasikan rangkuman pertemuan kebijakan moneter bersama dengan laporan inflasi kuwartalan.


Gubernur BoE Mark Carney, bersama dengan pembuat kebijakan lainnya juga akan mengadakan konferensi pers untuk membahas laporan inflasi.


Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato di sebuah acara di Slovenia.


AS akan mempublikasikan data klaim pengangguran awal dan biaya tenaga kerja.

Jumat, 03 Februari
Cina akan mempublikasikan PMI manufaktur Caixin.


Inggris akan merilis data aktivitas manufaktur.


Presiden Fed Chicago Charles Evans akan berpidato.


AS akan merilis data mingguan pada pesanan pabrik dan laporan non-farm

payrolls untuk bulan Januari, sementara ISM akan mengumumkan layanan PMI


Ok, sobat hanya ini yang bisa saya infokan kali ini dan semoga bisa memberikan manfaat untuk Plan Trading anda dalam satu minggu kedepan. Jangan lupa, Ikuti Terus Update Informasi Terbaru setiap hari dari blog ini,.. Wassalam.


 

Wednesday, 11 January 2017

Pasar Menunggu Konferensi Pers Donald Trump Hari Rabu Ini >>

Mata uang Dolar sedikit lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya, mungkin karena investor masih menunggu hasil konferensi pers oleh Presiden terpilih AS Donald Trump malam nanti.

EUR / USD tergelincir 0,26% ke 1,0529.
Pasar menunggu konferensi pers  Donald Trump
pada hari Rabu ini, konfrensi pers ini merupan kali pertama sejak kemenangannya di pemilu pada bulan November lalu. Pelaku pasar menantikan informasi lebih lanjut tentang kebijakan ekonomi Donald Trump kedepannya.

Sementara itu, ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini
terus didukung oleh greenback. Federal Reserve menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan itu menunjukkan bahwa mereka mengharapkan  untuk menaikkan suku bunga tiga kali pada tahun 2017. Presiden Fed Boston Eric Rosengren, Senin menyerukan bank sentral AS untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga, jika tidak ia memperingatkan bahwa inflasi bisa overshoot target .

Baca:  Bank sentral Berencana menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini >>


Mata uang, GBP / USD turun 0,45% ke 1,2120.
Sebelumnya Rabu, Kantor U.K. Statistik Nasional mengatakan produksi manufaktur naik 1,3% pada bulan November, melampaui ekspektasi untuk kenaikan sebesar 0,5% dan menyusul penurunan 1,0% bulan sebelumnya.
Pada basis tahunan, produksi manufaktur naik pada tingkat 1,2% pada bulan November, lebih baik dari perkiraan untuk kenaikan sebesar 0,4%.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa produksi industri naik 2,1% pada bulan November, dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan 0,8% dan menyusul penurunan 1,1% pada bulan sebelumnya.
USD / JPY naik 0,36% diperdagangkan pada 116,19, sementara USD / CHF menambahkan 0,19% ke 1,0189.
Dolar Australia dan Selandia Baru menguat, yaitu AUD / USD naik 0,18% di level tertinggi selama satu bulan terakhir 0,7382 dan NZD / USD merayap naik 0,11% ke 0,6999.

Sementara itu, USD / CAD hampir tidak berubah pada 1,3235.
Indeks dolar AS, menjadi pertimbangan untuk pengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan dari enam mata uang utama, yang naik 0,27% pada 102,29. Indeks mulai melemah sejak menyentuh level tertinggi dari 103,82 pekan lalu, yang merupakan level terkuat sejak 2002.



Thursday, 5 January 2017

Bank Sentral Berencana Menaikkan Suku Bunga Tiga Kali Tahun Ini >>

Pasar ekuitas Eropa diperkirakan akan dibuka sedikit lebih tinggi pada Kamis, karena investor mempertimbangkan hasil pertemuan Desember Federal Reserve dan analisa rilis data ekonomi harian.
Berita FOMC yang dirilis Rabu menawarkan beberapa wawasan menarik bagi investor tentang posisi bank sentral sebagai pemimpin yang sangat tidak pasti. mereka sudah memiliki pemahaman yang cukup baik dari posisi Fed setelah pertemuan itu sendiri, di mana bank sentral menaikkan suku bunga dan mengisyaratkan niatnya untuk melakukannya lagi tiga kali tahun ini.

Semua ini, tetap memungkinkan
ketidakpastian yang signifikan,  faktor dalam Fed mengulangi bahwa percepatan pengetatan secara bertahap  kemungkinan akan sesuai, untuk waktu yang akan datang. Mengingat ketidakpastian yang terbentang di depan, meskipun tetap berharap ini akan menjadi tahun yang mudah, di mana harapan untuk suku bunga akan berubah secara teratur.Dolar terus memperlihatkan kenaikannya setelah rilis berita yang mungkin akan mengisyaratkan investor agar lebih fokus pada risiko terbalik dari Fed. Tentu saja, dolar telah rally kuat dalam beberapa bulan terakhir jadi mungkin pemahaman tambahan ini telah memicu gelombang aksi profit taking para pelaku pasar yang dapat menyebabkan penurunan dolar lebih lanjut dalam jangka pendek. Dengan indeks dolar setelah sebelumnya berjuang untuk mempertahankan bergerak di atas 103,80, break di bawah 101,90 bisa kita lihat kembali menuju ke level 100 ,00 yang merupakan level psikologis penting.


Chart Indeks Dolar AS Harian 

Sebaliknya hal ini akan memberikan beberapa dampak untuk yen yang telah jatuh jauh selama kenaikan dolar, sementara emas juga dapat diberi kesempatan untuk naik kembali, ke level $ 1200.

Chart Gold Harian

Pagi ini kita akan mendapatkan data jasa PMI dari Inggris, diikuti sore ini oleh pasar tenaga kerja dan data PMI dari AS. Minyak juga akan kembali fokus seperti yang kita dapatkan EIA data persediaan minyak mentah yang dapat memberikan katalis terbalik untuk Brent dan WTI harus EIA melaporkan penurunan 7.430.000 barel API pada hari Rabu.

Meskipun para pejabat Fed percaya bahwa pertumbuhan dapat melampaui perkiraan sebelumnya akibat kebijakan fiskal ekspansif yang diharapkan, seperti banyak dari kita, mereka tidak memiliki gagasan yang jelas belum tahu apa sebenarnya yang akan dilaksanakan dan sejauh mana hal itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan inflasi. Namun, itu telah menjadi jelas bahwa kenaikan suku bunga diharapkan pada tahun 2017 dari dua hingga tiga sebagian besar didasarkan pada hal yang tidak diketahui.

Aksi harga indeks dolar menunjukkan bahwa reli Trump telah hampir berakhir setelah membukukan  103,82
tertinggi dalm kurun selama 14 tahun . pada hari Selasa, dan sekarang tindakan yang diperlukan untuk melihat keuntungan lebih lanjut. Sampai saat itu, data ekonomi kemungkinan akan mengambil alih. Laporan tenaga kerja AS Jumat akan menjadi indikator kunci, dan meskipun Nonfarm payrolls akan datang diharapkan 175k, pedagang harus fokus pada komponen lain dari laporan tersebut, terutama rata-rata penghasilan per jam yang turun 0,1% pada bulan November. Hari ini non-manufaktur ISM dan ADP laporannya mungkin akan membuat beberapa data rilis besok yang akan mengkonfirmasi apakah dolar akan mencari support atau terus mengoreksi ke bawah.

Saham AS masih berusaha untuk membuat level tertinggi baru, sedangkan Dow sekali lagi jatuh 44 poin. Ini adalah minggu ketiga berturut-turut yang gagal menembus di atas level ini yang bisa menjadi tanda bahwa beruang mungkin mengambil alih kontrol pada jangka pendek, dan jika kelemahan dolar hari ini mempromosikan aksi jual dalam ekuitas Eropa ini kemungkinan akan memperpanjang lebih ke sesi AS.


Wednesday, 9 November 2016

Peristiwa Penting Yang Akan Berdampak Pada Market Hari Ini >>

Pada hari Rabu 9/11/2016 ini, telah terjadi beberapa peristiwa besar yang menarik perhatian dunia, salah satu contohnya adalah kemenangan Trump dalam pilpres Amerika Serikat (AS) terhadap rivalnya Hillary Clinton yang telah mengejutkan dunia. 

Berikut ini adalah hal – hal penting yang harus diketahui pasar pada hari ini :

1. Kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS

Kandidat dari Partai Republik Donald Trump telah terpilih menjadi presiden ke – 45 AS, pada hari ini. Dalam pidato kemenangannya, Trump mengatakan sekarang adalah waktunya bersama sebagai satu kesatuan dan pemerintah akan melayani masyarakat. Selain itu, ia juga berjanji kepada setiap warga negara AS bahwa ia akan menjadi presiden bagi semua orang Amerika, serta ia juga bersumpah akan berlaku adil dengan negara – negara lain dan Amerika akan memulai proyek baru.

2. Saham global pulih dari kerugian

Indeks saham berjangka AS menguat dari posisi terendah, yang memangkas kerugian berat dengan Donald Trump yang mengeluarkan pernyataan optimis dalam pidato pertamanya setelah memenangkan kursi kepresidenan. Sementara itu, saham Eropa jatuh saat pembukaan, tetapi penurunan tersebut lebih moderat dari pada indikasi kontrak berjangka sebelumnya. Sebelumnya, saham Asia jatuh setelah Donald Trump memenangkan pilpres AS, dan para pedagang terkejut setelah poling terbaru mengindikasikan Hillary Clinton yang akan menang.

3. Aset safe-haven mundur dari level tertinggi

Aset safe-haven mundur kembali dari level terkuat setelah Presiden AS terpilih Donald Trump memberi pidato kemenangan dimana ia mengatakan bahwa ia akan melihat persamaan, bukan permusuhan, kontras dengan kata-katanya yang keras saat ia menjadi terkenal di reli kampanye. Harga emas naik 2% pada kisaran $1,300 yang tertarik mundur dari peningkatan sebelumnya sebesar 4,47%.

4. Peso Meksiko jatuh 10%

Peso Meksiko runtuh setelah Donald Trump mengalahkan prediksi dan juga rivalnya Hillary Clinton dalam perebutan kursi kepresidenan AS. Peso melemah lebih dari 13% di satu titik, menyentuh 20,78. Selain itu, Bank Sentral Meksiko telah mengadakan konferensi pers bersama Departemen Keuangan. Ada beberapa harapan pasar bahwa bank sentral tersebut bisa menaikkan suku bunga acuan secara mendadak sebesar 75-150 basis poin, serta mata uang Meksiko peka terhadap perkembangan pemilu ditengah kekhawatiran bahwa kemenagangan Donald Trump dapat merusak perekonomian negara itu.

5. Peluang kenaikkan suku bunga Fed membesar

Ekspektasi pasar terhadap kenaikkan suku bunga Fed pada bulan Desember tetap kokoh, setelah semalam mundur akibat kekhawatiran atas kemenangan Trump apakah akan berarti bagi perekonomian AS. Saat ini, pedagang menghargai kesempatan sekitar 76% dari kenaikkan suku bunga di bulan depan. Baru – baru ini, dolar hanya turun 0,4% terhadap mata uang utama lainnya, yang sebelumnya hampir tenggelam sebesar 2%.

Sumber: Inforex.com


Tuesday, 21 June 2016

Dampak Brexit Menurut Goerge Soros >>

Referendum Inggris yang akan menentukan akan keluar dari Uni Eropa atau tidak, yang akan digelar pada hari Kamis pekan ini, sungguh menyedot perhatian utamanya pasar finansial. Tak terkecuali George Soros, investor kawakan satu ini tercatat pernah membuat pertaruhan yang "mematikan" bagi Bank Sentral Inggris (BoE) tentang Poundsterling Inggris pada bulan September tahun 1992 yang dikenal dengan peristiwa "Black Wednesday"



Prediksi George Soros, Referendum Inggris yang akan menentukan akan keluar dari Uni Eropa atau tidak dampaknya akan Lebih Parah Daripada "Black Wednesday" 1992.Terkait dengan referendum Brexit tahun ini, Soros memperingatkan bahwa apabila Inggris keluar dari Uni Eropa maka dampaknya akan sangat berbahaya. Tak tanggung-tanggung, Soros menyebut bahwa bahaya Poundsterling setelah referendum Brexit nanti akan lebih parah dibandingkan dengan dampak "Black Wednesday".

Dalam kolom tamu yang diterbitkan oleh surat kabar Guardian Inggris hari Selasa (21/Juni) ini dari hasil wawancaranya dengan George Soros, Soros sedikit menukil kilas balik, saat dirinya mendapat banyak sanjungan karena memicu devaluasi Pound Inggris pada tahun 1992 yang disusul dengan dikeluarkannya mata uang itu dari mekanisme nilai tukar Eropa (ERM).

3 Alasan Mengapa Brexit Sangat Berbahaya

Sejumlah pengamat Brexit, baik dari pihak Brexit maupun pihak Bremain, sibuk berdebat dan mengatakan bahwa Poundsterling akan mengulang sejarahnya pada tahun 1992 di tahun ini, Soros justru merasa tak yakin. Ada tiga alasan yang menurut Soros, Brexit akan menimbulkan dampak yang lebih parah:

Pertama, pada tahun 1992, BoE masih bisa memotong suku bunganya secara drastis setelah devaluasi itu. Namun, sekarang hal itu tak mungkin dilakukan karena tingkat suku bunga BoE sudah di dekat nol, tulis Soros. Jika Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) kemudian harga rumah akan jatuh dan lapangan kerja akan menyusut, maka kebijakan moneter tak akan bisa banyak membantu.

Kedua, defisit neraca berjalan Inggris jauh lebih besar sekarang daripada pada tahun 1992 ataupun 2008. Faktanya, Soros mencatat, Inggris saat ini menjadi lebih tergantung pada modal asing dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih terjadi capital inflow seperti setelah devaluasi tahun 1992, Brexit justru akan memicu capital flow.

Ketiga, Soros mengatakan, devaluasi pasca Brexit mungkin tidak akan mendorong sektor ekspor seperti pada tahun 1992 karena kondisi perdagangan setelah Brexit terlalu tak pasti bagi investor untuk membuka investasi baru ataupun perekrutan tenaga kerja.

Risikonya Terlalu Besar" Brexit akan membuat sebagian orang menjadi sangat kaya, tetapi sebagian besar pemberi suara (voter) justru sangat miskin," prediksi Soros sembari mengingatkan "Leave" dapat mengarah pada "Black Friday". Di akhir esai itu, Sang kolumnis menyimpulkan bahwa Soros menunjukkan sikap yang senada dengan David Cameron, yakni agar rakyat Inggris memilih suara "remain".


Sumber: seputar forex.com



Wednesday, 16 December 2015

FOMC Statement 16/12/2015 >>

Release Date: 16 Desember 2015
Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada bulan Oktober menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi telah berkembang pada kecepatan yang moderat. 

Belanja rumah tangga dan investasi tetap bisnis telah meningkat pada tingkat yang solid dalam beberapa bulan terakhir, dan sektor perumahan telah meningkat lebih lanjut; Namun, nilai ekspor bersih serta.Berbagai indikator pasar tenaga kerja baru-baru ini, termasuk keuntungan pekerjaan yang sedang berlangsung dan pengangguran menurun, menunjukkan perbaikan lebih lanjut dan menegaskan bahwa underutilization sumber daya tenaga kerja telah berkurang lumayan sejak awal tahun ini. Inflasi terus menjalankan bawah Komite 2 persen obyektif lagi-run, sebagian mencerminkan penurunan harga energi dan harga impor non-energi. Langkah-langkah berbasis pasar kompensasi inflasi tetap rendah; beberapa tindakan berbasis survei ekspektasi inflasi jangka panjang telah turun tipis.

Konsisten dengan mandat hukum, Komite berupaya untuk tetap mendorong kerja maksimum guna stabilitas harga. Komite saat ini mengharapkan bahwa, dengan penyesuaian bertahap dalam sikap kebijakan moneter, kegiatan ekonomi akan terus berkembang pada indikator kecepatan dan pasar tenaga kerja moderat akan terus menguat. Secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan perkembangan domestik dan internasional, Komite melihat risiko terhadap prospek baik kegiatan ekonomi dan pasar tenaga kerja sebagai seimbang. Inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 2 persen dalam jangka waktu menengah sebagai efek sementara dari penurunan energi dan impor harga menghilang dan pasar tenaga kerja memperkuat lebih lanjut. Komite terus memantau perkembangan inflasi erat.

Para hakim Komite yang telah ada perbaikan yang cukup besar dalam kondisi pasar tenaga kerja tahun ini, dan itu cukup yakin bahwa inflasi akan naik, dalam jangka menengah, dengan tujuan 2 persen. Mengingat prospek ekonomi, dan mengakui waktu yang dibutuhkan untuk tindakan kebijakan untuk mempengaruhi hasil ekonomi masa depan, Komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk tingkat dana federal untuk 1/4 sampai 1/2 persen. Sikap kebijakan moneter tetap akomodatif setelah kenaikan ini, sehingga mendukung perbaikan lebih lanjut dalam kondisi pasar tenaga kerja dan kembali ke inflasi 2 persen.

Dalam menentukan waktu dan ukuran penyesuaian masa ke kisaran target untuk tingkat dana federal, Komite akan menaksir dan menyadari akan kondisi ekonomi diharapkan relatif terhadap tujuannya kerja maksimal dan inflasi 2 persen. Penilaian ini akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk langkah-langkah dari kondisi pasar tenaga kerja, indikator tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi, dan bacaan tentang perkembangan keuangan dan internasional. Mengingat kekurangan saat inflasi dari 2 persen, Komite hati-hati akan memantau kemajuan aktual dan diharapkan menuju tujuan inflasi. Komite mengharapkan bahwa kondisi ekonomi akan berkembang dengan cara yang akan menjamin peningkatan hanya bertahap di tingkat dana federal; tingkat dana federal akan tetap, untuk beberapa waktu, di bawah tingkat yang diharapkan untuk menang dalam jangka panjang. Namun, jalan yang sebenarnya dari tingkat dana federal akan tergantung pada prospek ekonomi seperti yang diinformasikan oleh data yang masuk.

Komite tersebut mempertahankan kebijakan yang ada menginvestasikan kembali pembayaran pokok dari kepemilikan utang lembaga dan sekuritas berbasis mortgage lembaga di sekuritas berbasis mortgage lembaga dan berguling jatuh tempo sekuritas Treasury di lelang, dan mengantisipasi melakukannya sampai normalisasi tingkat tingkat dana federal berjalan dengan baik. Kebijakan ini, dengan menjaga kepemilikan Komite efek jangka panjang pada tingkat yang cukup besar, harus membantu menjaga kondisi keuangan akomodatif.

Voting untuk tindakan kebijakan moneter FOMC yang: Janet L. Yellen, Ketua; William C. Dudley, Wakil Ketua; Lael Brainard; Charles L. Evans; Stanley Fischer; Jeffrey Lacker M.; Dennis Lockhart P.; Jerome H. Powell; Daniel K. Tarullo; dan John C. Williams. 


Sumber: federalreserve.gov


Thursday, 25 June 2015

GBP/USD Sideways menyentuh angka 1.5677 >>

Poundsterling tak terlalu banyak bergerak terhadap Dolar AS pada Kamis (25/06) sore ini dengan masih melayang-layang di dekat level rendah satu minggu dengan para investor yang mengawasi rilisnya data AS mengenai belanja personal dan klaim penganguran untuk mengidentifikasi lebih jauh perkembangan ekonomi AS. GBP/USD menyentuh angka 1.5677 selama sesi perdagangan Eropa pagi, di level rendah. Pair tersebut kemudian terkonsolidasi di 1.5696.


Data Ekonomi AS


Dolar AS mendapatkan support setelah Departemen Perdagangan AS pada hari Rabu malam tadi mengumumkan bahwa GDP AS kembali terkontraksi ke tingkat 0.2 persen dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan Maret, sesuai dengan ekspektasi dan lebih rendah dibandingkan dengan estimasi sebelumnya dalam kontraksi 0.7 persen.

Namun terlepas dari penurunan itu, tercatat pula beberapa kenaikan signifikan dari sektor konsumsi perlengkapan rumah tangga yang mencuat 2.1 persen dari level sebelumnya di tingkat 1.8 persen. Terungkap pula bahwa tingkat pembelanjaan masyarakat di luar sektor pangan dan bahan bakar berhasil meningkat. Hal ini dibarengi dengan kenaikan di sektor jasa, terutama dibidang transportasi dan kesehatan.

Oleh karena itulah, ekonom meyakini bahwa penurunan GDP AS kali ini tidak akan terlalu banyak memberi pengaruh buruk. Ekonom JP Morgan Chase, Michael Feroli mengatakan, "Sekarang kami telah menyakini bahwa memang yang kita alami pada kwartal pertama hanyalah suatu koreksi sejenak sebelum konsumsi akan kembali menanjak di periode-periode selanjutnya".
Utang Yunani
Inggris sendiri tidak merilis laporan ekonomi hari ini. Fundamental yang berpengaruh lagi adalah utang Yunani. Pertemuan yang digelar kemarin belum juga membuahkan kesepakatan. Proposal reformasi baru Yunani bahkan ditolak. Malam nanti, The Troika akan kembali menggelar rapat di Brussels, dan diharapkan, kesepakatan akan tercapai. EUR/GBP menduduki posisi 0.7129.



Tuesday, 26 May 2015

Nantikan Data Durable Goods, USD Kokoh di Level Tinggi >>

Dollar bertengger dekat level tinggi 1-bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Selasa, tampil kokoh pasca komentar dari Gubernur Federal Reserve Janet Yellen menguatkan bias pengetatan pada suku bunga. Indeks dollar diperdagangkan di kisaran 96.714 saat ini. Terhadap yen, dollar menyentuh level tinggi dalam 2-bulan pada level 121.87, mendekati level tinggi 8-tahun di atas level 122.00.


Menurut ekonom, saat ini yang menggerakkan pasar adalah dollar, dan pasar tidak fokus terhadp yen. Yellen menjelaskan bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga dan dlam kondisi seperti ini pertanyaan bagi pelaku pasar adalah mata uang apa yang harus dijual. Ekonom juga mengatkan bahwa aksi jual terhadap yen telah mendapatkan momentum saat dollar menguat ke atas level 121 yen.

Dalam pidatonya hari Jumat lalu, yellen menjelaskan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga tahun ini. Ia mengatakan pelemahan pada data ekonomi belakangan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor sementara termasuk cuaca buruk dan pertikaian buruh di pelabuhan West Coast. Analis mengatakan skenario utamanya masih mengacu pada kenaikan suku bunga di bulan September, dan hal tersebut memicu trend bullish USD.

Meski demikian, Yellen juga menekankan bahwa data ekonomi yang akan dirilis nantinya penting dalam menentukan laju proses pengetatan. Sementara itu, wakil gubernur the Fed Stanley Fischer pada hari Senin malam mengatakan bahwa proses normalisasi suku bunga akan memakan waktu beberapa tahun. Namun the Fed masih berada jauh di depan European Central Bank dan Bank of Japan dalam hal normalisasi kebijakan. Langkah ECB dan juga kecemasan terhadap Yunani akan membuat euro tetap berada di bawah tekanan terhadap greenback, menurut trader. Menyusul data CPI yang baru pekan lalu, data pesanan barang modal hari Selasa akan menjadi salah satu indikator kesehatan perekonomian AS yang terkini.


Analisa Fundamental EUR/USD 25 s/d 29 Mei >>

Volatilitas antara USD dengan major currencies rival-rivalnya sangat terasa pekan lalu, diawali dengan drama Yunani yang kembali terancam default, lalu disusul komentar pejabat senior ECB yang dovish, kemudian dilanjutkan dengan rilis data inflasi AS yang relatif positif (Core CPI melebihi ekspektasi, CPI sesuai ekspektasi) dan komentar Janet Yellen yang tetap optimis terhadap kekuatan pemulihan ekonomi AS sehingga kenaikan suku bunga tetap akan dilakukan tahun ini. 


Meskipun statement FOMC cenderung dovish pekan lalu ditambah data PMI manufaktur yang mengecewakan memang sempat menambah keprihatinan investor terhadap prospek kekuatan pemulihan ekonomi, namun hal itu terobati setelah rilis data Inflasi AS dan statement Yellen mampu menguntungkan USD dengan mengurangi ketidakpastian akibat serangkaian rilis data AS yang mengecewakan dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menumbuhkan kembali ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga paling lambat bulan September tahun ini, atau paling cepat pada pertemuan FOMC berikutnya di bulan Juni.

Pekan depan, Preliminary GDP q/q (Jumat 29 Mei pukul 19:30 WIB) akan menjadi fokus market dimana konsensus atau ekspektasi market adalah lebih rendah ketimbang data periode sebelumnya yang mencatatkan angka 0.2%. Data-data lainnya yang akan dirilis pekan depan adalah sebagai berikut: Core Durable Goods Orders m/m, CB Consumer Confidence, New Home Sales, Unemployment Claims, Chicago PMI dan Revised UoM Consumer Sentiment.

Euro
Mata uang tunggal kawasan Uni Eropa ini tertekan sejak Senin pekan lalu setelah bocornya memo IMF yang meragukan kemampuan Yunani membayar cicilan hutang yang akan jatuh tempo berikutnya. Tekanan lainnya datang dari komentar dovish seorang pejabat senior ECB, Benoit Coeure, tentang kemungkinan suku bunga deposito yang lebih negatif dan akselerasi percepatan QE ECB sebelum musim panas berakhir untuk menjamin likuiditas pasar Eropa dalam satu hingga dua bulan ke depan. Selain itu, rilis beberapa data dari zona Euro pekan lalu memang tidak menggembirakan.

Indikator inflasi kawasan Euro (CPI dan Core CPI) masih menunjukkan stagnasi. Data PMI di sektor jasa juga mengecewakan walaupun di sektor manufaktur mulai menunjukkan ekspansi. Data dari Jerman juga tak dapat mendongkrak permintaan terhadap Euro, karena PMI di sektor manufaktur dan jasa menunjukkan indeks angka di bawah ekspektasi.
Tidak banyak data penting dari kawasan ini pada pekan berikutnya (25-26 Mei), namun rilis beberapa data berikut ini layak untuk dicermati, antara lain GfK German Consumer Climate, German Retail Sales m/m, M3 Money Supply y/y dan Private Loans y/y.


Euro tertekan hingga berada di bawah $1.09 >>

Euro terus tertekan oleh menguatnya Dolar AS hingga Selasa (26/05) sore hari ini. Untuk pertama kalinya, Euro berada di bawah posisi $1.09 dalam satu bulan ini. Indeks Dolar AS saat ini masih diperdagangkan di kisaran 96.956 setelah mencapai level tinggi satu bulan di posisi 97.109. EUR/USD menduduki posisi 1.0906, sedikit naik dari level rendah 1.0885 dan naik 0.6 persen kemarin. Sementara EUR/JPY diperdagangkan di bawah posisi 1.05 yang tercapai pada bulan Maret.


Selain tertekan oleh Dolar, permasalahan utang Yunani yang berlarut-larut menjadi beban tersendiri bagi mata uang single currency tersebut. Menurut Menkeu Yanis Varoufakis yang dikutip oleh Reuters pada hari ini, pemerintah Yunani berkomitmen akan melakukan upaya liberalisasi ekonomi, mereformasi sistem biaya pensiun, dan menjalankan anggaran primer surplus yang beralasan.

Namun, hal itu ternyata tak memenuhi permintaan dari para kreditor mereka, yang menginginkan agar Yunani kembali menjalankan program austerity tahun ini, padahal program itu jelas-jelas akan melumpuhkan kemampuan Yunani yang ingin mereformasi perekonomiannya, demikian tulis Vaorufakis dalam kolom opini di sebuah harian Italia.


Ditutupnya pasar obligasi dan dengan berlanjutnya pembayaran bailout, Yunani sebenarnya beriktikad baik, negara ini ingin melunasi utangnya, akan tetapi hal itu tidak akan terjadi tanpa bantuan yang segera dari berbagai pihak, demikian pernyataan pmerintah Yunani pada hari Senin kemarin. Yunani harus membayar pinjaman sebesar 1.75 miliar Dolar AS kepada IMF bulan depan. Varoufakis mengatakan bahwa Athena sedang bersiap untuk mengimplementasikan serangkaian reformasi, serta menegaskan bahwa dirinya menolak untuk memenuhi permintaan kreditor yang menurutnya akan lebih merugikan Yunani di masa mendatang.




Monday, 25 May 2015

Analisa Fundamental Forex Harian >>

Senin, 25 Mei 2015 :                                    
Hari libur bank-bank di Jerman, Perancis dan Swiss (Whit Monday)
Hari libur bank-bank di Inggris (Spring Bank Holiday)
Hari libur bank-bank di AS (Memorial Day)

Jam 22:00 WIBpidato anggota FOMC Stanley Fischer (Berdampak medium pada USD)
Stanley Fischer dijadwalkan berbicara di Israel dengan tema ‘The Federal Reserve and the World Economy’.
Jam 23:00 WIB
pidato anggota FOMC Loretta Mester (Berdampak medium pada USD)

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Loretta J. Mester dijadwalkan berbicara pada Academic Conference di Reyjavik, Eslandia.

Selasa, 26 Mei 2015 : Jam 05:45 WIB: data neraca perdagangan Selandia Baru bulan April 2015 (Berdampak tinggi pada NZD)
Pemasukan dari hasil perdagangan internasional sangat penting bagi perekonomian Selandia Baru. Negara ini mengandalkan hasil produk agricultural dan makanan olahan untuk diekspor, sementara impornya terbatas pada energi, mesin-mesin, tekstil dan plastik. Partner dagang utamanya adalah Australia, China, AS, Uni Eropa dan Jepang.

Indikator ini mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor dalam periode waktu satu bulan. Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor maka neraca perdagangan mengalami surplus, dan sebaliknya jika nilai total impor lebih besar dari ekspor maka perdagangan mengalami defisit. Perdagangan yang surplus akan menyebabkan permintaan mata uang NZD meningkat.



Perdagangan Selandia Baru kembali surplus sebesar NZD 631 juta pada Maret lalu menyusul surplus NZD 83 juta pada bulan Pebruari (revisi dari data sebelumnya yang surplus NZD 50 juta). Angka surplus tersebut lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar NZD 315 juta dan adalah yang tertinggi dalam setahun terakhir, namun dalam basis tahunan (year over year) surplus perdagangan Selandia Baru bulan April tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yang surplus NZD 904 juta. 

Menyusutnya surplus year over year tersebut disebabkan oleh volume ekspor ke China yang turun tajam sementara volume impor meningkat. Untuk bulan April 2015 diperkirakan perdagangan Selandia Baru akan kembali surplus sebesar NZD 105 juta. Angka surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan NZD menguat.

Jam 06:50 WIBCorporate Services Price Index (CSPI) di Jepang bulan April 2015 (Berdampak medium pada JPY)
Data yang disebut juga dengan  Services Producer Price Index (SPPI) ini dirilis oleh Bank of Japan (BoJ), mengukur perubahan harga jasa yang diperdagangkan antar perusahaan dan merupakan indikator awal untuk inflasi karena harga jasa yang tinggi akan dibebankan ke konsumen. Bulan Maret lalu indeks harga jasa yang diperdagangkan antar perusahaan di Jepang naik 3.2%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 3.3% dan bulan Pebruari yang juga naik 3.3%. Untuk bulan April diperkirakan CSPI akan kembali naik 0.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan JPY.

Sumber: Seputarforex.com


Akibat Euro Anjlok, Pemerintah Yunani Pesimis gagal lunasi Utang >>

Euro melemah terhadap mata uang-mata uang mayor pada Senin (25/05) sore ini akibat pernyataan Yunani kepada para kreditornya, bahwa mereka (Yunani) harus mengurangi permintaan dana bailout yang diperuntukkan bagi negara-negara Mediterania. 


Akan tetapi, Yunani tetap tidak akan mampu mendapatkan dana sebesar 1.6 miliar Euro tepat waktu sesuai target IMF bulan depan, demikian salah seorang Menteri negara tersebut membuat pengakuan. Mata uang 17 negara anjlok ke level terendah terhadap Poundsterling dalam waktu dua setengah tahun. Menteri Dalam Negeri Yunani, Nikos Voutsis, yang tidak memiliki kuasa untuk mengambil keputusan ekonomi tersebut minggu kemarin mengatakan hal tersebut tanpa sumber yang jelas, demikian dikutip oleh Bloomberg.

Pernyataan sebaliknya justru diutarakan oleh Menkeu Yunani, Yanis Varoufakis, yang menyebutkan bahwa Yunani telah berjuang keras untuk mencapai kesepakatan dengan para kreditor, dan saat ini sudah mendapatkan respon yang cukup baik dari institusi-institusi internasional. Yunani harus menyelesaikan utangnya dengan IMF dan Uni Eropa untuk mendapatkan bailout.

Euro anjlok sebanyak 0.4 persen ke posisi 1.0967 di awal sesi Eropa sore ini setelah mengalami penurunan juga sebanyak 0.9 persen pada tanggal 22 Mei kemararin. EUR/GBP jatuh 0.4 persen ke posisi 0.7082 dan menyentuh 0.7073, terendah sejak tanggal 12 Maret. Sedangkan EUR/JPY juga mengendur 0.3 persen ke posisi 133.40. 


Dolar Menguat

Dolar, sebagai rival Euro, pun kian menguat pada hari Senin ini setelah pernyataan dari Janet Yellen pada Jumat pekan lalu. Ketua The Fed tersebut menyampaikan bahwa permulaan normalisasi kebijakan dan kenaikan suku bunga akan disesuaikan dalam suatu waktu di tahun ini. Namun, orang nomor satu di Bank Sentral AS itu pun memperingatkan bahwa pihaknya masih harus melihat perkembangan dalam pasar tenaga kerja dan konsistensi inflasi di level 2.0 persen sebelum benar-benar menaikkan tingkat suku bunga acuan.

Sumber: Seputar Forex


Sunday, 24 May 2015

Pernyataan Yellen dan Inflasi Dukung Penguatan Dollar >>


Dollar AS mampu mengungguli pasangan mata uang utamanya berkat laporan inflasi dan outlook Gubernur Federal Reserve terkait suku bunga yang berpeluang dinaikkan di tahun ini. Greenback rebound di hari Jumat setelah laporan yang menunjukkan kenaikan 0,3% CPI inti di bulan April, laju tercepat sejak bulan Januari 2013. Laporan ini menandai inflasi di AS mungkin bisa konsisten menuju target Federal Reserve yaitu sedikit di bawah 2%.
Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen, mengatakan bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga di tahun ini jika perekonomian bisa membaik sesuai ekspektasi. Pasar kini berspekulasi Fed akan mulai melakukan pengetatan moneter di semester kedua tahun ini. Walau dampaknya tidak sebanyak kejutan dari data inflasi, pernyataan Yellen mampu menjaga penguatan perdagangan Dollar AS. 
Terhadap Euro, Dolar menguat sekitar 3,83%, performa terbaik sejak bulan September 2011. Dollar juga mengukuhkan gain mingguan 1,95% terhadap Yen, terbaik sejak awal Desember.

Wednesday, 4 March 2015

Aktivitas sektor jasa Inggris Februari 2015 Melambat - GBP/USD Turun >>

Aktivitas sektor jasa Inggris berekspansi pada level yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pada bulan Februari, membenamkan optimisme terhadap kesehatan ekonomi Inggris, demikian yang tercatat dalam data perindustrian pada Rabu (04/03) hari ini. 




Dalam laporannya, riset pasar yang dilakukan oleh Markit/CIPS menyatakan bahwa indeks PMI Jasa Inggris mengalami kemerosotan ke 56.7 bulan lalu dari sebelumnya di 57.2 dalam Januari. Para analis mengekspektasikan bahwa kenaikan indeks PMI Jasa akan meningkat hingga 57.5 pada bulan Februari. Indeks tersebut, level di atas 50.0, mengindikasikan bahwa industri di negara tersebut mencapai ekspansi.

Dua Sektor Lain Melaju

Kepala Ekonom Markit, Chris Williamson, berkomentar bahwa walaupun tingkat ekspansi pada sektor jasa melambat, pertumbuhan pada dua sektor lain, yakni manufaktur dan konstruksi tetap menunjukkan peningkatan. Lebih lanjut, Williamson menyebutkan bahwa survei mereka pada tiga sektor (manufaktur, konstruksi, dan jasa) berakselerasi secara konsisten dengan pertumbuhan GDP Inggris 0.6 persen pada kuartal pertama.

GBP/USD diperdagangkan pada 1.5343 dari sekitar 1.5354 menjelang rilis data PMI jasa tadi. Sementara itu, EUR/GBP berada pada posisi 0.7249 dari sebelumnya di 0.7244.




Wednesday, 25 February 2015

GBP/USD Menanjak Setelah Rilis Data Mortgage Approval Januari >>

Poundsterling mengalami kenaikan ke level tinggi satu bulan terhadap Dolar AS di Sesi Eropa Rabu (25/02) hari ini, setelah Inggris melaporkan data persetujuan hipotek (mortgage approval) mengalami kenaikan hingga melebihi ekspektasi pada bulan Januari lalu.

GBP/USD menyentuh posisi 1.5539 pada sore hari ini, level tertinggi pair tersebut sejak tanggal 2 Januri. GBP/USD kemudian terkonsolidasi ke 1.5509, atau melonjak lagi sekitar 0.36 persen. Terhadap Euro, Sterling stabil dengan EUR/GBP pada posisi 0.7332. Euro sendiri masih terdukung oleh telah ditandatanganinya proposal reformasi kebijakan fiskal Yunani oleh Zona Euro serta ekstensi bailout selama 4 bulan ke depan.
Di sisi lain, komentar Yellen dalam testimoni kongres juga masih menjadi pemberat bagi reli Dolar AS. Para investor akhirnya menjual Dolar mereka setelah Yellen menyebutkan bahwa risiko-risiko yang juga dihadapi oleh perekonomian AS dapat menunda kenaikan suku bunga bank sentral untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.


Asosiasi Bankir Inggris (BBA) mencatat bahwa persetujuan hipotik Inggris bertambah sebanyak 36,400 pada bulan Januari lalu, mematahkan ekspektasi kenaikan sebanyak 36,200. Data pada bulan Desember juga direvisi ke perolehan 35,800 dari estimasi kenaikan sebelumnya di 35,700.